WOW303 JOURNAL · 04 / 07

Kagum itu universal.

Setiap bahasa punya caranya sendiri untuk menyuarakan rasa takjub.

Ekspresi serupa, nuansa berbeda

Kata seru tidak selalu bisa diterjemahkan satu banding satu. Suasana, hubungan antarpembicara, dan intonasi dapat mengubah makna. Daftar berikut menyajikan contoh padanan komunikasi, bukan klaim bahwa setiap kata berasal dari akar etimologi yang sama.

  • Bahasa Indonesia: “wah”, “wow”, atau “luar biasa”.
  • Bahasa Inggris: “wow”, “amazing”, atau “whoa”, tergantung konteks.
  • Bahasa Jepang: “すごい” (sugoi) sering menyatakan sesuatu yang hebat atau mengagumkan.
  • Bahasa Korea: “와” (wa) dapat menjadi seruan kekaguman atau keterkejutan.
  • Bahasa Spanyol: “¡guau!” dapat dipakai untuk mengekspresikan rasa takjub.
  • Bahasa Prancis: “waouh” lazim dipakai sebagai seruan kagum.

Mengapa penulisannya berbeda?

Setiap bahasa memiliki konvensi ejaan dan kebiasaan berbicara sendiri. Seruan yang terdengar mirip dapat dieja dengan huruf berbeda, dipinjam, atau berkembang secara mandiri. Kemiripan bunyi saja tidak cukup untuk menyimpulkan hubungan asal kata.

Pelajaran dari satu ekspresi

Ungkapan kekaguman mengingatkan kita bahwa komunikasi tidak hanya berisi informasi. Ia juga menyampaikan reaksi dan kedekatan emosional.